//
you're reading...
DABETES JOGJA, DIABETISI INFO

DINKES PREDIKSIKAN 21,3 JUTA PENDERITA DIABETES DI INDONESIA TAHUN 2030

Jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia diperkirakan mengalami peningkatan dari 8,4 juta jiwa pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta jiwa pada tahun 2030 mendatang.

Kepala Instalasi Pelayanan Pelanggan dan Humas RSUP Persahabatan, Any Reputrawati, di Jakarta, Rabu (19/11) mengatakan, tingginya angka tersebut menjadikan Indonesia peringkat keempat jumlah penderita diabetes melitus terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat, India, dan Cina.

“Meningkatnya penderita diabetes melitus disebabkan oleh peningkatan obesitas, kurang aktivitas fisik, kurang mengkonsumsi makanan yang berserat, merokok, dan tingginya lemak,” katanya.

Berdasarkan hasil survei tahun 2003, prevelansi diabetes melitus di perkotaan mencapai 14,7 persen dan di pedesaan hanya 7,2 persen.

“Jadi kalau jumlah warga DKI Jakarta 9 juta, berarti sekitar 1,25 juta jiwa di antaranya, termasuk anak-anak dan remaja,” katanya.

Penyakit diabetes melitus saat ini bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua. Kurang berolahraga dan sering menkonsumsi makanan tak sehat seperti makanan cepat saji (fast food) bisa memicu penyakit diabetes melitus.

Diabetes melitus kini menjadi ancaman yang serius bagi manusia dan telah menjadi penyebab kematian urutan ketujuh di dunia. Diabetes melitus atau kencing manis adalah penyakit yang ditandai tingginya kadar gula dalam darah. Penyakit ini timbul perlahan-lahan dan biasanya tidak disadari oleh si penderita.

“Ada tujuh gejala penyakit diabetes melitus, yaitu sering buang air kecil, cepat lelah dan mengantuk, berat badan menurun drastis, selalu merasa lapar dan haus, gatal-gatal disekitar kemaluan, glukosa darah lebih dari 200, dan glukosa darah saat puasa, minimal 8 jam lebih dari 126,” katanya.

Penyakit ini dapat menyerang semua organ tubuh. Para penderita usia lanjut bisa mengalami stroke, kelainan jantung, komplikasi ginjal dan saluran kemih, komplikasi pada anggota gerak seperti jari-jari tangan dan kaki, serta kelainan pembuluh darah dan syaraf kaki.

“Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit turunan bukan menular,” katanya.

Ia menyarankan kepada masyarakat, jika merasa memiliki gejala-gejala diabetes melitus segera memeriksa kadar gula darah di puskesmas atau di rumah sakit dan konsultasi ke dokter, tuturnya.

Sumber : Dinkes jogja

About safamedika

safa medika mengulas berita seputar kesehatan dan dunia medis

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s